KPPU Periksa Saksi Dalam Sidang Perkara Dugaan Persekongkolan Tender Pembangunan Rumah Sakit Kota Makassa

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali menggelar Sidang Dugaan Persekongkolan Tender pada Pembangunan Rumah Sakit Kota Makassar dengan agenda pemeriksaan terhadap para Saksi, bertempat di Ruang Sidang KPPU Kantor Perwakilan Daerah Makassar (23/5).

Sidang dengan nomor register Perkara No. 10/KPPU-I/2018 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 22 Undang-undang No. 5 Tahun 1999 terkait Pelelangan Pembangunan Rumah Sakit pada Satuan kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun Anggaran 2017 – APBD, dipimpin oleh Ketua Majelis Komisi Candra Setiawan, dengan Investigator Frans Adiatma dan Mansur serta dihadiri para Terlapor, yaitu PT. Haka Utama, yang diwakili oleh Kuasa Hukum, dan Pokja V Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Makassar, sedangkan PT. Restu Agung Perkasa dan PT. Seven Brothers Multisarana tidak hadir dalam sidang tersebut.

Dalam sidang dengan objek perkara pembangunan instalasi gawat darurat bernilai HPS Rp. 44.962.908.000, telah memanggil 3 (tiga) Saksi, yaitu 2 (dua) saksi yang diajukan oleh Investigator dan 1 (satu) saksi yang diajukan oleh Terlapor. Dalam persidangan tersebut, seluruh saksi yang dipanggil telah hadir dan memberikan keterangan. Adapun ketiga Saksi yang diperiksa tersebut adalah yaitu Kepala Sub Bagian Tata usaha dan Rumah Tangga Rumah Sakit Kota Makassar, Pegawai Administrasi PT. Seven Brothers Multisarana, dan Kepala Sub Bagian Pelaksanaan Lelang Pemerintah Kota Makassar.

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap para saksi untuk mendapatkan keterangan yang memperkuat adanya dugaan persekongkolan yang ditemukan oleh Investigator dan menggali keterangan terhadap saksi yang dapat meringankan Terlapor dari tuduhan investigator.

Pada akhir sidang, Majelis Komisi akan mengagendakan sidang pemeriksaan lanjutan kembali terhadap saksi lainnya yang telah diajukan oleh para pihak, pada waktu dan tempat yang akan ditentukan kemudian.(Yap)