Bahan Makanan Stabil, Transportasi Udara Sumbang Inflasi di Provinsi Maluku

Dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Maluku yang digelar secara bersama oleh Pemprov dan Kementerian Perdagangan pada Selasa, 30 April 2019 didapatkan data mengenai inflasi Provinsi Maluku yang mencapai 3,74% per Maret 2019, angka ini diatas rata-rata inflasi nasional. Kenaikan tingkat inflasi dipicu tingginya tarif maskapai penerbangan.

Sementara itu, dalam Rapat Koordinasi yang dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, juga dipaparkan mengenai situasi mutakhir mengenai ketersediaan stok dan harga bahan makanan. Secara umum, bahan makanan relatif terkendali, hanya bawang putih, bawang merah dan cabai yang terpantau naik.KPPU Makassar wilayah kerjanya meliputi Seluruh Sulawesi, Maluku dan Papua juga berdiskusi dengan para Bupati yang mengikuti Rapat Koordinasi mengenai sektor logistik yang dinilai salah satu faktor yang mempengaruhi harga barang, khususnya bahan makanan.

Rapat yang juga diikuti Polda Maluku, BI Maluku dan instansi terkait tersebut juga membahas langkah strategis mengantisipasi kenaikan harga makanan jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019/1440 H. Diantaranya adalah menyederhanakan rantai pasok, menggelar pasar murah, meningkatkan frekwensi kapal fery, program edukasi kepada masyarakat dan melakukan pengawasan dalam perdagangan bahan makanan.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Perdagangan yang diwakili Staf Ahli Menteri menyampaikan hasil pantauan untuk bahan makanan di Maluku sangat stabil, Kementerian Perdagangan juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Maluku dan TPID Maluku karena tahun lalu termasuk 5 (lima) besar Provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi. (dt)